Feeds:
Posts
Comments

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Cara menghilangkan OS Ubuntu pada komputer yang memiliki dual boot (XP dan Ubuntu) :
-pastikan data yang ada pada partisi Ubuntu telah di-backup di partisi HDD lain
-boot komputer dengan CD Windows XP
-setelah boot, pilih Recovery Console (dengan menekan ‘r’)
-pada console, pilih nomor yang terinstall windows (biasanya angka ‘1’)
-ketikkan ‘fixmbr’ pada console
-setelah berhasil, ketik ‘exit’ pada console, maka komputer akan restart
-keluarkan CD Windows XP anda
-Voila! Komputer sudah boot langsung dengan MBR Windows
-setelah masuk windows XP, format partisi HDD yang dulunya digunakan untuk swap dan system Ubuntu
-masuk ke Windows Management –>Disk Management
-hilangkan partisi yang berstatus ‘unknown’
-partisi kembali drive tersebut menjadi NTFS atau FAT32
-setelah berhasil, partisi sudah dapat digunakan sebagai tambahan space komputer anda

Selamat mencoba ! 🙂
Salam,
Wili

Berikut percobaan yang dilakukan dengan menggunakan 1 IPPhone, PBX Trixbox beserta Softphone Xlite :

IP Trixbox = 11.0.0.5; IP softphone = 11.0.0.4; IP IPPhone = 11.0.0.2

Prosedur instalasi dan setting:
1. Download Trixbox CE VMWare (ini supaya gampang setting servernya)
2. Kl blm punya VMWare, download n install VMWare dulu
3. Download dan install X-lite softphone
4. Extract Trixbox-nya, nanti keliatan ada virtual hardisknya
5. Buka VMWare n klik File – Open – trus pilih ke folder Trixboxnya n pilih file yang mampu dikenali ama VMWare (mestinya *.vmx)
6. Jalankan VMWarenya dan tunggu sampai selesai booting
7. Kl ada pilihan IP address, isi
address = 11.0.0.5
netmask = 255.0.0.0
gateway = 11.0.0.1
8. Begitu slesai, kl mo masuk trixbox
login : root ; password : trixbox
9. Buka web browser kesukaan kamu dan ketik http://<IP_Trixbox> ato sama saja dengan http://11.0.0.5
Kl saya, komputer web browser = komp softphone = 11.0.0.4
10. Di kanan atas, klik ’switch’ untuk mengubah dari user mode ke admin mode
user : maint ; password : password
11. Pilih tab Asterix – FreePBX
12. Klik tab Tools (di atas) – Module Admin (di kiri)
13. Nah, disini keliatan kl modul Core udah keinstall
14. Pilih tab Setup (di atas) – Extensions (di kiri). Kemudian pilih device-nya (Generic SIP Device) – Submit
15. Isi extension number (misal: 101)
16. Isi display name (misal: agung)
17. Isi secret (misal: 123456), klik submit
18. Pilih Add Extension untuk nambah user (misal extension number: 102 dan display name: wili) dan ulangi sampai langkah 17
19. Sesudah itu, di atas ada tulisan merah putih “You have made changes-when finished, click here to APPLY them”. Klik aja untuk menyimpan hasil perubahan.
20. Sampai sini selesai konfigurasi sederhana dari Trixbox

Sekarang kita mo konfigurasi softphone dengan nama agung dan extension 101
21. Buka Xlite, dan klik kanan, pilih SIP Account Settings – Add
22. Display name diisi terserah lu aje.
23. User name diisi extension number (misal: 101)
24. Password diisi secret (misal: 123456)
25. Domain diisi IP dari Trixbox
26. Pastikan pilihan “Register with domain…” diaktifkan
27. Pilih “domain” untuk “Send outbound via:”
28. Klik OK

Sekarang kita mo konfigurasi IP Phonenya
30. Buka web browser kesukaan kamu dan ketik http://<IP_IPPhone> ato sama saja dengan http://11.0.0.2
Kl saya, komputer web browser = komp softphone = 11.0.0.4
31. Di kanan, klik Admin Login trus Advanced
32. Klik tab Ext 1, trus setting deh kaya’ di bawah ini
NAT Keep Alive Enable — no
Proxy — <IP_Trixbox>
Use Outbound Proxy — no
Use OB Proxy In Dialog — no
Make Call Without Reg — yes
Ans Call Without Reg — yes
DNS SRV Auto Prefix — no
Display name = wili
user ID = 102
password = 123456
Use Auth ID field – no
DTMF Process AVT — yes
DTMF Tx Method — AVT

33. Klik Submit All Changes
34. Sudah Selesai!
35. Angkat telpon (Ada dial tone kan?)
36. tekan 101 (softphone ngeluarin nada dering kan?)
37. Ngobrol de ampe dimarahin admin jaringan gara2 ngabisin benwit

Daftar Pustaka :
www.primetalker.com/docs/spa2000cg.pdf

http://www.voiprakyat.or.id/?inc=files&file=manual-ippbx-trixbox.pdf

NB : Tulisan blog ini sebagian besar ditulis oleh rekan saya dengan inisial DAW

———————————————————————-

Setting time dan date di ubuntu terminal :
———————————————————————-

#date mmddHHMMYYYY

mm –> month
dd –> day
HH –> Hour
MM –> Minute
YYYY –> Year

———————————————————————-
Change from UTC to WIT (TimeZone) :
———————————————————————-
#dpkg-reconfigure tzdata

choose your region

Done..

Objective kali ini adalah ketika boot sistem Ubuntu, wifi interface tersetting dengan konfigurasi seperti berikut :

IP: 192.168.100.1
netmask: 255.255.255.0
wireless mode: adhoc
wireless essid: telecom_mesh
wireless channel: 2

Setting /etc/network/interfaces dengan perintah sebagai berikut:

auto ath0
iface ath0 inet static
address 192.168.100.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.100.255

Setelah itu, buat sebuah file di /etc/init.d dengan nama yang anda inginkan. Untuk kali ini, saya memberi nama file ini dengan nama netrelay
Isi dari file tersebut :

/sbin/wlanconfig ath0 destroy
/bin/sleep 3
/sbin/wlanconfig ath0 create wlandev wifi0 wlanmode adhoc
/bin/sleep 3
/sbin/iwconfig ath0 essid "telecom_mesh" channel 2

exit 0

Modifikasi file tersebut agar executable :

chmod +x /etc/init.d/netrelay

Update runlevel file tersebut agar di-load ketika Boot :

cd /etc/init.d/
update-rc.d netrelay defaults

Restart sistem Ubuntu anda, dan rasakan manfaatnya..

Cheers,

Wili

Ini merupakan settingan firewall yang diimplementasikan pada sistem Ubuntu :

Script ini didapat dari web ini

Cara Pakai :

Copyscript ini ke /etc/init.d/iptables dan tambahkan ke boot runlevel
perintah:
#sudo update-rc.d iptables start 37 S . stop 37 0 .

Setelah itu,
-tambahkan aturan yang anda inginkan untuk sistem anda..
-lalu save konfigurasi anda dengan cara:
#sudo /etc/init.d/iptables save

———————————————————————————————–

#!/bin/sh
#
#This is a ubuntu adapted iptables script from gentoo
#(http://www.gentoo.org) which was originally distributed
# under the terms of the GNU General Public License v2
#and was Copyrighted 1999-2004 by the Gentoo Foundation
#
#This adapted version was intended for and ad-hoc personal
#situation and as such no warranty is provided.

IPTABLES_SAVE=”/etc/default/iptables-rules”
SAVE_RESTORE_OPTIONS=”-c”
SAVE_ON_STOP=”yes”

checkrules() {
if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]
then
echo “Not starting iptables. First create some rules then run”
echo “\”/etc/init.d/iptables save\””
return 1
fi
}

save() {
echo “Saving iptables state”
/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} > ${IPTABLES_SAVE}
}

start(){
checkrules || return 1
echo “Loading iptables state and starting firewall”
echo -n “Restoring iptables ruleset”
start-stop-daemon –start –quiet –exec /sbin/iptables-restore — ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} < ${IPTABLES_SAVE}
}

case “$1” in
save)
save
echo “.”
;;

start)
start
echo “.”
;;
stop)
if [ “${SAVE_ON_STOP}” = “yes” ]; then
save || exit 1
fi
echo -n “Stopping firewall”
for a in `cat /proc/net/ip_tables_names`; do
/sbin/iptables -F -t $a
/sbin/iptables -X -t $a

if [ $a == nat ]; then
/sbin/iptables -t nat -P PREROUTING ACCEPT
/sbin/iptables -t nat -P POSTROUTING ACCEPT
/sbin/iptables -t nat -P OUTPUT ACCEPT
elif [ $a == mangle ]; then
/sbin/iptables -t mangle -P PREROUTING ACCEPT
/sbin/iptables -t mangle -P INPUT ACCEPT
/sbin/iptables -t mangle -P FORWARD ACCEPT
/sbin/iptables -t mangle -P OUTPUT ACCEPT
/sbin/iptables -t mangle -P POSTROUTING ACCEPT
elif [ $a == filter ]; then
/sbin/iptables -t filter -P INPUT ACCEPT
/sbin/iptables -t filter -P FORWARD ACCEPT
/sbin/iptables -t filter -P OUTPUT ACCEPT
fi
done
start-stop-daemon –stop –quiet –pidfile /var/run/iptables.pid –exec /sbin/iptables
echo “.”
;;

restart)
echo -n “Flushing firewall”
for a in `cat /proc/net/ip_tables_names`; do
/sbin/iptables -F -t $a
/sbin/iptables -X -t $a
done;
start
echo “.”
;;
*)
echo “Usage: /etc/init.d/iptables {start|stop|restart|save}” >&2
exit 1
;;
esac

exit 0

———————————————————————————————–

Pada proses ssh ke suatu alamat IP dimana suatu jaringan mengimplementasikan sistem DHCP, terkadang suatu IP address telah di-assign dengan suatu RSA key tertentu untuk menjamin kerahasiaan antara 2 host tersebut.

Untuk me-reset RSA key yang telah ter-assign tersebut, dapat dilakukan proses penghapusan semua RSA key yang telah ter-assign pada suatu host.

Hapus RSA key:

#sudo nano /home/[user_anda]/.ssh/known_hosts

–> Hapus semua entry yang ada di file tersebut

Voila ! proses ssh terbebas dari assigned RSA key..